Sunday, January 11, 2015

[Sinopsis] Pinocchio Episode 17


Di episode ini, kebenaran terungkap.. Yes!! Selamat membaca :D

 

In-ha menemui ibunya denga membawa bukti riwayat pesan dari ponsel lamanya. In-ha bertanya apakah ia melakukan semua yang tertulis di dalam pesan. Bagaimana bisa ia menyebut dirinya reporter!

Beom-jo juga menemui ibunya. Ia menunjukkan riwayat pesan dan memohon padanya untuk memberitahunya bahwa bukan ia yang mengirimpesan itu dan ia bukan orang yang seperti itu. Namun Chaebol Mommy mengakui bahwa pesan itu memang benar ia yang mengirimnya.

Seseorang yang bertanggung jawab atas kebakaran itu pernah menolongnya dulu, sehingga ia memberinya sedikit bantuan padanya. Ia tidak tahu kalau semua akan berakhir seperti ini, ia hanya menolong orang yang pernah menolongnya dulu. Aduh ibu..

 

Cha-ok teringat saat ia masih muda dan idealistic. Dulu ia juga seperti In-ha ingin menyampaikan kebenaran dengan bukti kuat di tangannya dan menghadap bossnya yang terlibat denga kasus kebakaran dengan Chaebol Mommy. Ia sudah siap untuk memberikan laporannya pada YGN, namus bossnya memperingatinya bahwa hal itu akan membuatnya menjadi 'pengungkap kesalahan' dan itu dapat menghentikan karirnya sebagai reporter.

Cha-ok memberitahu In-ha bahwa rencananya untuk menyerahkan bukti keterlibatan Cha-ok, Chaebol Mommy, dan senator Kin kepada YGN akan membuatnya menjadi 'pengungkap kesalahan, dan akan sulit mencari pekerjaan di tempat lain. Dan karirnya sebagai reporter akan benar-benar berakhir.


Ayah In-ha masih memikirkan Dal-po yang membawa seorang gadis ke rumahnya saat sedang membersihkan meja rumahnya (aku suka bagian ayah In-ha, lucu). Ia pun segera menghubungi Dal-po dan meminta Dal-po untuk bertemu dengannya.

Ayah bertanya "kau pasti merasa bahagia karena suatu hal. bagaimana bisa kau membawa seorang gadis ke rumah?! hormonmu pasti meledak-ledak kan?". Ayah terus bertanya hingga Dal-po mengatakan bahwa rambut itu adalah milik In-ha. Ayah terkejut dengan ekspresinya (kalian tahu kan?).


Ayah menyikat giginya dengan kesal mengingat Dal-po ternyata membawa In-ha ke rumahnya. Ia berdumel di depan cermin, apakah In-ha tidak takut berdua saja dengan Dal-po . Dal-po memang pamannya, tapi dia juga laki-laki.

Ia mengomel panjang lebar pada In-ha yang baru saja datang mencarinya. Melihat ayahnya, apa yang ingin ia katakan pada ayahnya hilang begitu saja.


In-ha menemui Dal-po dan menyerahkan bukti itu padanya. Dal-po mulai membacanya dan terkejut mengetahui bahwa keluarganya sengaja dihancurkan, dijadikan kambing hitam, hanya karena beberapa pesan teks. Dal-po meraih gelas di meja dan meminumnya, kemudian membantingnya di meja, membuat tangannya terluka, yang kemudian diobati oleh In-ha.


Dal-po memberitahu kapten Hwang mengenai bukti itu. Ia mengerang emosi dan segera memerintahkan timnya untuk melakukan penyelidikan dan pelaporan mengenai bukti itu.


Cha-ok meminta In-ha memilih. Ia mengatakan hal itu bukan sebagai boss-nya melainkan sebagai ibunya, Cha-ok tahu betul apa yang akan terjadi pada seorang 'pengungkap kesalahan'. Karena itulah yang terjadi pada ayah In-ha yang pernah menjadi 'pengungkap kesalahan' di bank tempat ia bekerja dulu, dan tidak pernah bekerja di perusahaan lagi sampai sekarang. Namun In-ha tetap bersikeras bahwa ia tidak akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Cha-ok dan pergi meninggalkan Cha-ok.


In Ha pulang dengan kopernya dan Dad terkejut melihatnya pulang pada jam kerja. In Ha memasang pada wajah beraninya dan menjelaskan bahwa ia berhenti dari pekerjaannya untuk melakukan hal yang benar seperti ayahnya lakukan. Dia bertanya-tanya apakah ayah tidak menyesal karena melakukan hal yang benar di masa lalu dan kehilangan pekerjaannya. In Ha mulai menangis dan memeluk ayahnya saat meminta dia untuk mengatakan bahwa dia melakukannya dengan baik. Ayah membiarkan In Ha menangis dalam pelukannya dan memberi pujian padanya karena telah melakukannya dengan baik


Ha-myung (Dal-po) menghadang ibu Beom-Jo (Chaebol Mommy) saat ia meninggalkan kantornya dengan Beom-Jo di belakangnya. Ibu segera memasang topeng gembiranya dan mengatakan bahwa Ki Ha-myung adalah teman anaknya dan bersedia untuk berbicara dengannya. Ha-myung membawa pesan teks lama antara ibu Beom-jo dan Cha-ok dan membacakan beberapa pesan itu sambil menanyakan apakah ibu Beom Jo ingat telah mengirimnya.

Ibu Beom Jo mengklaim bahwa itu sudah sangat lama sehingga ia tidak ingat telah mengirimkannya. Ahha! Yes! dia terjebak. Ha-myung mengatakan bahwa ia tidak menjelaskan tentang kapan pesan-pesan teks itu dikirim. Bagaimana ibu Beom-Jo tahu itu dikirim di masa lalu? Empat belas tahun yang lalu, tepatnya. Wajah ibu Beom-Jo mengeras dan ia masuk ke mobil untuk mengakhiri wawancara. Dan segera mengirim pesan pada Cha-ok untuk bertemu.


Kapten Hwang meminta Yoo-rae yang sedang bersemangat membahas kasus kebakaran untuk menunda kegiatan yang berkaitan dengan kebakaran dan mengajak Dal-po untuk berbicara.

Kapten Hwang memberitahunya bahwa In-ha telah mengundurkan diri dari MSC, dan mengatakan bahwa In-ha mungkin menjadi 'pengungkap kesalahan' dengan memberikan bukti padanya. Dengan In-ha yang menjadi 'pengungkap kesalahan', hal itu sama saja dengan In-ha yang siap berhenti dari karir reporternya. Kapten Hwang (Gyo-dong) bertanya apakah Dal-po menyadarinya. Dal-po menjawab ia tidak menyadarinya. Kapten Hwang mengusulkan agar Dal-po menemui In-ha dan memastikan apakah In-ha baik-baik saja.


Dal-po mengajak keluar In-ha yang sedang bersama Chan-soo dan istrinya untuk berbicara. In-ha mengatakan bahwa ia baik-baik saja dan Dal-po meminta In-ha untuk kembali bekerja besok. Dal-po tidak akan melaporkan berita itu jika hal itu dapat menghentikan karir In-ha sebagai reporter.

In-ha tidak ingin Dal-po untuk menunda laporan sedangkan keluarganya sangat menderita karena itu. Dal-po mengalihkan dan bertanya apakah In-ha mampu menerimanya jika pesan-pesan teks dilaporkan maka karirnya sebagai reporter akan berakhir. In-ha mengklaim jika ia akan melakukannya, namun ia cegukan, berarti ia tidak dapat melakukannya. In-ha menangis dan bertanya apakah Dal-po hanya akan berpura-pura bahwa tidak ada kebenaran di luar sana? Dal-po tidak akan membiarkannya dan mengatakan bahwa ia akan mencari jalan lain sehingga In-ha bisa kembali bekerja besok.


Chaebol mommy mengatakan bahwa Ha-myung mendatanginya dengan membawa kamera (wawancara maksudnya) dan sulit menghentikannya karena ia bukan dari MSC. Ia menambahkan mungkin In-ha dapat digunakan. Hal itu membuat Cha-ok cemas dan bertanya mengapa In-ha? Chaebo mommy mengatakan bahwa In-ha menyukai Ha-myung jadi mungkin In-ha bisa digunakan.


In-ha bertanya pada ayahnya apakah ia menyesal telah menjadi 'pengungkap kesalahan' di bank dulu. Ayah menjawab bahwa ia tidak menyesal. In-ha kembali bertanya apakah jika ia kembali ke masa lalu ia akan melakukan hal yang sama. Ayah menjawab bahwa ia akan melakukan hal yang berbeda. Tapi ia tidak menyesali perbuatannya. Yang ia sesali adalah mengapa dulu ia berhenti dari pekerjaannya, seharusnya ia bertahan di sana. Meskipun tempat itu 'kotor' ia harus tetap bertahan di sana. Mendengar itu, In-ha kembali bangkit dan bersiap untuk pergi bekerja.

Dal-po mendekati In-ha saat melihatnya kembali bekerja dan memberikan ciuman di kening In-ha. Hihi


Dal-po mendatangi Cha-ok dengan barang bukti riwayat pesan ponsel di tangannya. Ia menyerahkan bukti itu pada Cha-ok. Cha-ok bertanya mengapa ia memberikan bukti itu padanya. Dal-p menjawab bahwa ia tidak bisa melakukannya jika harus menghancurkan karir orang lain (In-ha maksudnya), satu-satunya orang yang harus dan bisa melakukannya adalah dia--Sung Cha-ok. Cha-ok bertanya apakah ia yakin bahwa ia akan melakukannya, ia juga mengatakan bahwa Dal-po itu naif. Dal-po mengatakan bahwa ia memilih menjadi seorang yang naif. Ia tidak bisa melakukannya, In-ha juga tidak akan bisa, satu-satunya yang bisa adalah Cha-ok.

Cha-ok pun meninggalkan Dal-po sambil terbayang semua kesalahan yang diperbuatnya. Ia menangis merasakan bahwa ia sangatlah kecil dibandingkan mereka berdua.


End of 17th episode 
Bagaimana?
banner
Previous Post
Next Post

0 komentar: